Rangga Umara Lele Lela

Profil Rangga Umara, Pengusaha sukses Pecel Lele Lela

Woi!!.. Warga Bandung pastinya pernah mendengar tentang Pecel Lele Lela bukan?.. Bisnis pecel lele yang dikemas dari sesuatu kuliner BIASAmenjadi LUAR BIASA. sebenarnya point kesuksesannya itu saja. InilahProfil Rangga Umara, Pengusaha  sukses Pecel Lele Lela yang membuka cabang barunya di Jln. Surya Sumantri Bandung. Awal tekadnya dimulai ketika Sdr. Rangga Umara di-PHK di tahun 2006. Kisah dan kreatifitasnya mengolah pecel lela ini patut kita teladani bila sobat seorang wirausaha atau entrepreneur.
Berawal saat dirinya di PHK pada tahun 2006 lalu, membuat Rangga Umara (31) terpikir untuk berwirausaha. Ia pun memilih usaha pecel lele yang dinilainya mudah dijalankan. Siapa sangka, dengan melakukan inovasi pada ikan Lele kini Rangga telah memiliki 23 cabang dari Pecel Lele Lela.

Waktu di PHK, saya berpikir, kalau kerja lagi sama orang ya mungkin akhirnya di PHK lagi. Jadi saya memutuskan untuk membuka usaha saja,” ujar Rangga saat berbincang usai melaunching rumah makan Pecel Lele Lela cabang ke 23 yang berada di Jalan Surya Sumantri Bandung.
Bermodal Rp 3 juta, Rangga membuka usaha pecel lele di daerah Pondok Kelapa Jakarta Timur. Rangga sadar, pemain di bidang kuliner jumlahnya banyak. Akan sulit jika membuka usaha kuliner jika tak memiliki keunikan atau spesifikasi.
Coba saja lihat pecel lele yang selalu ada dimana-mana. Standarisasinya sama. Dari rodanya, sampai menunya,” katanya.
Menu pecel lele di pinggir jalan pun menurutnya tak setinggi ayam goreng. Penyebab orang tak suka lele menurutnya karena tampilan yang kurang menarik dan asal-usul makanan lele. Hingga akhirnya, dia mencoba berinovasi dengan ikan lele dengan menyajikannya secara berbeda. Diantaranya dengan membuat fillet lele dengan saus kreasinya.
Saya beri sampel pada pengunjung. Ternyata banyak yang suka,” kata Rangga yang sempat menjadi pekerja media di Bandung itu.
Tak berapa lama, penggemar Lele pun berdatangan dengan sendirinya. Apalagi setelah banyak diliput oleh media elektronik dan tv, semakin banyak saja yang penasaran dengan Pecel Lele Lela. Lela sendiri merupakan akronim dari kata Lebih Laku atau Lebih Laris.
Berbeda dengan pecel lele di pinggiran jalan, Pecel Lele Lela memiliki tempat yang bersih dan nyaman, maka jangan heran kalau harga lele di Pecel Lele Lela juga tak seperti pecel lele di pinggiran. Tapi harga yang harus dibayar rasanya sebanding dengan rasa dan kenyamanan yang didapat.
Cukup menarik bukan?.. Salut buatmu Bung Rangga..  Oke buat rekan-rekan entrepreneur tetap semangat dan terus berkreasi. Selamat berjuang  :)

Cara Pecel Lele Lela Memikat Pelanggan

Posted on 16 April 2012. Tags: 

MajalahInovasi.com –Marahnya pelanggan akan sangat berbahaya, bahkan melebihi marahnya seorang bos. Begitulah prinsip yang dipegang Rangga Umara (31) saat menjalankan usaha kulinernya. Usahanya ini diberi namaPecel Lele LelaLelasendiri singkatan dari “lebih laku”. “Semoga jadi doa,” terangnya.

Sebisa mungkin Rangga memberi kepuasan bagi pelanggan. Rumah makan didesain rapi dengan perpaduan warna hijau dan kuning agar menciptakan kenyamanan. Ikan lele yang dihidangkan merupakan ikan dengan kualitas terjaga. Baluran bumbu yang pas membuat aroma pecel lele membangkitkan selera sesaat selesai digoreng.

Dengan harga yang cukup terjangkau, pelanggan dapat menikmati menu yang beragam. Mulai dari pecel lele original, lele siram saus, lele fillet, lele goreng tepung, lele saus padang, sampai ayam bakar madu. Sebagai tambahan informasi, tiga menu terakhir adalah menu favorit di tempat ini.

Sebagai program promosi, bagi pelanggan yang berulang tahun dapat menikmati Pecel Lele Lela secara gratis. Uniknya, setiap pembeli yang bernama Lela bisa makan gratis seumur hidup. Syaratnya hanya dengan menunjukkan KTP.

Faktor Diferensiasi

“Karena punya spesialisasi,” jawab Rangga ketika ditanya tentang kesuksesan usahanya. Spesialisasi yang dimaksudnya adalah faktor pembeda dari usaha kuliner lainnya. Selain itu, karena memang penikmat lele, ia tahu betul seluk-beluk lele.

Ide-ide segar terus dijalankan guna mengembangkan usahanya. Kepuasan pelanggan dan karyawan terus dijaga. “Prinsipnya memberi manfaat sebesar-besarnya, bukan memanfaatkan orang sebesar-besarnya. Pasti keuntungan mengikuti,” katanya.

Ke depannya ia berharap pecel lele ini mendunia. Agar masyarakat internasional bisa merasakan makanan tradisional Indonesia. Kalau melihat 33 cabang yang telah ia dirikan selama lima tahun, mungkin saja cita-cita itu akan terwujud. Syaratnya, jangan berhenti berionvasi guna memuaskan pelanggan dan mitra bisnis. (MAE/DST)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s